Jumat, 28 Maret 2014

EVALUASI PENDIDIKAN ORANG DEWASA

Evaluasi pendidikan orang dewasa adalah proses menentukan kekuatan atau atau nilai pekerjaan pendidikan atau pembimbing pendidikan orang dewasa. Evaluasi adalah suatu cara mengukur hasil kegiatan pendidikan.
Berdasarkan tingkat formalitasnya, evaluasi dapat dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu:
          1)      Evaluasi informal
          2)      Evaluasi semi formal
          3)      Evaluasi formal atau penelitian ilmiah.
Evaluasi berdasarkan tujuan dapat dibagi menjadi:
          1)      Evaluasi formatif, dan
          2)      Evaluasi sumatif.
Suatu evaluasi mempunyai beberapa manfaat, yakni:
              a)      Menentukan patokan awal
              b)      Mengetahui keberhasilan suatu kegiatan
              c)      Mencetak secara periodic efektivitas suatu program
              d)      Memberikan rasa aman kepada pelaksana tugas
              e)      Memberi bukti yang konkret kepada pihak yang terkait
              f)       Meningkatkan sifat professional kepada penerima evaluasi.
Tujuan evaluasi antara lain:
       a)     Untuk menentukan seberapa dekat peserta didik secara individual dan keseluruhan kelas mencaai tujuan umum yang telah ditentukan
       b)      Untuk mengukur tingkat perkembangan yang telah dicapai oleh peserta didik dalam waktu tertentu
       c)      Untuk menentukan efektivitas bahan, metode, dan kegiatan pengajaran
       d)      Untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi peserta didik, instruktur dan mayarakat
Evaluasi mempunyai prinsip-prinsip yang harus diperhatikan, yaitu:
         1)      Mempunyai tujuan yang pasti
         2)      Menggunakan tujuan perilaku yang terjangkau dan pasti
         3)      Bukti tentang perubahan dalam diri individu
         4)      Menggunakan istrumen yang berbeda dalam evaluasi
         5)      Kerja sama antara peneliti dan orang yang dinilai kemajuannya
         6)      Tidak perlu mengevaluasi semua hasil pembelajaran
         7)      Evaluasi harus berkesinambungan
Prinsip evaluasi (Frutchey, 1973) yang digunakan untuk meningkatkan mutu pelaksanaan evaluasi antara lain:
           1)      Mengembangkan sikap kritis
           2)      Mengenal bias pribadi
           3)      Melakukan observasi silang untuk menentukan seberapa jauh konsistensinya masalah itu
           4)      Cek lebih jauh untuk menentukan apakah ada perilaku basa-basi
           5)      Pertimbangkan penyebab lain yang mungkin ada
        6)  Berhati-hati untuk tidak hanya membaca observasi yang kita harapkan saja dan mengabaikan interpretasi yang masuk akal
           7)      Dalam mengevaluasi hasil atau produk perilaku, gunakan criteria untuk menilainya
           8)      Cek lebih jauh untuk menentukan apakah hasil atau produk yang diklaim seseorang benar-benar hasil orang itu
           9)      Kenali bahwa banyak perilaku yang saling menutupi satu sama lain
          10)  Pastikan apakah bukti yang kita amati adalah benar-benar bukti yang sebenarnya
          11)  Hindari tergesa-gesa membuat kesimpulan, hendaknya hati-hati dan secermat mungkin

Prosedur evaluasi pendidikan orang dewasa menurut Morgan, et al (1976) terdiri atas lebih kurang tujuh langkah. Ketujuh langkah tersebut tidak selalu diambil dalam setiap mengevaluasi metode, mata pelajaran, atau pencapaian peserta didik. Ketujuh langkah tersebut yaitu:
            1.      Mengecek tujuan
            2.      Memeriksa apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan
            3.      Mengumpulkan bukti
            4.      Menentukan sunber bukti
            5.      Menentukan alat untuk memperoleh bukti
            6.      Menganalisis bukti dan
            7.      Menggunakan hasil
Dua ilustrasi evaluasi seperti berikut:
      1.  Lembar Saran Akhir Pertemuan yang dibagikan pada akhir pertemuan untuk mengevaluasi jalannya pertemuan, kelebihan dan kelemahan, serta mendapatkan saran-saran perbaikan untuk pertemuan yang akan datang
Contoh pernyataan yang sering digunakan (Morgan, et al., 1976)
1)      Bagaimana pendapat Anda mengenai pertemuan ini? (pilih satu jawaban)
a)      Jelek
b)      Sedang
c)      Ragu-ragu
d)      Baik
e)      Baik sekali
2)      Menurut Anda:
a)      Apa kelebihannya?
b)      Apa kelemahannya?
3)      Apa saran Anda untuk meningkatkan pelaksanaan pertemuan yang akan datang?
        2.  Kartu Penilaian yang digunakan oleh pimpinan dan peserta diskusi untuk mengevaluasi efektivitas diskusi.

Sumber: Suprijanto, H. (2007). Pendidikan Orang Dewasa: Dari Teori Hingga Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara


PAEDAGOGI TRANSFORMASI, TEORITIS DAN ABAD KE-21

    Persyarataan formal, yaityarn guru ada yang cenderung statis dan ada yang dinamis. Persyaratan yang cenderung statis berupa persyaratan formal, yaitu kualifikasi akademik dan sertifikat guru. Persyaratan yang bersifat dinamis yaitu kompetensi substantif, karena harus menyesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan perkembangan masyarakat.
     Dengan pedagogi transformatif, konstruksi sosial kurikulum dipahami sebagai seperangkat nilai-nilai dan keyakinan yang mencerminkan esensi anak didik sebagai makhluk transformasional, bukan sekedar dipersepsi sebagai transaksi antara mereka dengan guru. Konsejuensi perubahan dari sudut pandang ini adalah pengenalan kembali bentuk-bentuk baru pedagogi dikaitkan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam perspektif seperti itu, pengetahuan tidak dapat lagi dianggap sebagai konten pedagogi yang netral. Pedagogi transformatif harus memiliki agenda bagi proses penciptaan pengetahuan, fasilitasi, hubungan dengan kekuasaan serta kurikulum berbasis produk ilmu pengethuan itu sendiri.

Pendidikan informal vs Pendidikan formal
Belajar individual vs Belajar kolektif
Pembelajaran vs Perkembangan praktik sosial

   Pedagogi transformatif sangat dekat dengan pedagogi kritis (Giroux, 1997) dan pedagogi radikal (McWilliams, 1997), karena memang akar teoritisnya adalah teori kritis pendidikan (critical theory of education).
      Meskipun tidak ada definisi statis mengenai pedagogi kritis dan pedagogi transfirmatif, namun oleh guru dan pendidik pada umumnya istilah itu telah digunakan sebagai strategi baru untuk menghadapi perubahan konteks sosial dan historis. Pedagogi trnasformatif, seperti halnya banyak pemikiran teoritik lain di bidang pendidikan, melahirkan multiperspektif. Meski ada pewarnaan baru, namun esensi pedagogi tetap tidak keluar dari kesejatiannya antara lain sebagai berikut:
a.   Pedagogi kerja, dimana siswa belajar dengan membuat produk yang berguna atau menyediakan layanan yang bermanfaat.
b.   Pembelajaran kooperatif, dimana kegiatan belajar mengajar dan belajar dilaksanakan berdasarkan kerjasama dalam proses yang produktif.
c.    Pembelajaran berbasis penyelidikan, dimana kegiatan ini dapat dilakukan dengan metode trial and error.
d.      Metode kerja ilmu pengetahuan alam atau sains
e.      Pembelajaran berbasis atau berpusat pada minat siswa belajar dan rasa ingin tahu mereka.

Sumber: Danim, Sudarwan. (2010). Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi. Bandung: Alfabeta

Senin, 24 Maret 2014

KUNJUNGAN LAPANGAN, KARYAWISATA DAN PELATIHAN

KUNJUNGAN LAPANGAN DAN KARYAWISATA

Kunjungan lapangan dan karyawisata adalah media yang penting dalam pendidikan orang dewasa. Keduanya adalah kunjugan yang terencana ke suatu tempat di luar kelas atau ke tempat pertemuan organisasi/perkumpulan. Karyawisata biasanya berhubungan dengan kegiatan mengunjungi beberapa tempat yang menarik dan membutuhkan waktu yang lebih lama daripada kunjungan lapangan.

Keuntungan kunjungan lapangan dan karyawisata antara lain:
1.      Memberikan kesempatanuntuk mengumpulkan pengalaman dan informasi baru
2.      Benda-benda dapat diamati dalam bentuk aslinya
3.      Tiga dimensi, warna alami, dan gerak-gerakan dapat diamati
4.      Minat dan ketelitian pengamatan anggota dapat ditumbuhkan
5.      Belajar sambil bekerja
6.    Mendorong partisipasi anggota dalam diskusi setelah kunjungan dan karyawisata
7.      Memberikan pengertian nyata tentang sifat masalah-masalah orang dewasa
8.    Memperoleh elemen-elemen konkret dan realistis yang tidak ditemukan dikelas
Kelemahan kunjungan lapangan dan karyawisata (Flores, Bueno, & Lapastora 1983):
1.     Tidak cocok pada beberapa bidang permasalahan
2.      Mahal (waktu, uang dan tenaga), jika kunjungannya jauh
3.      Memerukan banyak partisipan
4.      Melibatkan orang lain
Tujuan kunjungan lapangan dan karyawisata (Morgan,et al. 1976), antara lain:
1.       Pertanian: lahan pertanian, peternakan, pabrik.
2.       Seni: galeri seni, pameran seni, kebun, pantai.
3.       Klub: pelayanan, professional, komersial, rekreasi.
4.       Komunikasi: telepon, telegrap, radio, televisi, surat kabar.
5.       Pemerintahan: kantor pos, pengendalian erosi, gedung pengadilan.
6.       Pendidikan: sekolah, akademi, museum, perpustakaan, galeri, pameran.
7.       Bangunan: sistem air, jembatan, jalan raya, gedung, terowongan.
8.       Pameran: pecan pertanian, pementasan olahraga, pameran ilmiah
9.       Keuangan: bank, asosiasi simpan pinjam
10.   Bahan makanan: took roti, perusahaan susu, pabrik botol
11.   Kesehatan: klinik, rumah sakit, kantor pemadam kebakaran
12.   Sejarah: gedung, tempat dan benteng peninggalan sejarah
13.   Perumahan: perkam[ungan kumuh, proyek pemukiman
14.   Pabrik: makanan, sabun, bahan kimia
15.   Militer: tentara, landasan pesawat terbang, sekolah, perguruan tinggi
16.    Sumber daya alam: pertambangan, barang galian, kehutanan
17.   Musik: konser, opera, gedung konser, pabrik alat musik, program studio
18.   Alam: perlindungan hutan, sungai, danau, gunung, air terjun
19.   Rekreasi: perkemahan, tanah lapang, pantai, kolam renang, taman
20.   Agama: gereja, sekolah, katedral, tempat peribadahan
21.   Tempat perbelanjaaan: lukisan, mesin, kecantikan, lemari
22.   Transportasi: jalan kereta api, jalan bawah tanah, lapangan udara

Merencanakan kunjungan lapangan dan karyawisata yang efektif antara lain:
a.      Tujuan/maksud
b.      Keikutsertaan dalam Perencanaan
c.       Pemilihan Tempat Tujuan
d.      Pengaturan dengan Melibatkan Pihak Organisasi yang Akan Dikunjungi
e.      Pengaturan Waktu
f.        Transportasi
g.      Bahan dan Perlengkapan
h.      Pebentukan Kepanitiaan

Melaksanakan kunjungan lapangan dan karyawisata
a.      Pengenalan
b.      Menjaga Minat Kelompok
c.       Mempertahankan Partisipasi
d.      Pengaturan Untuk Kenyamanan Fisik Peserta
e.      Mengakhiri Kunjungan Lapangan dan Karyawisata
f.        Tindak Lanjut dan Evaluasi

METODE PELATIHAN

Pelatihan adalah salah satu metode dalam pendidikan orang dewasa untuk meningkatkan keterampilan, pegetahuan, dan mengubah sikap peserta dengan cara spesifik. Pengetahuan tentang jenis peatihan dan bagaimana merancang suatu pelatihan ini snagat penting agar pelatihan yang dilaksanakan dapat efektif mencapai tujuan yang ditetapkan.

A.   Pelatihan Kepekaan (membuat semua anggota suatau kelompok peka terhadap peranan penting yang mereka lakukan)
1.      Kelompok T (kelompok training)
2.      Persiapan Pelatihan
3.      Manfaat Pelatihan
4.      Peringatan
B.   Pelatihan Kepemimpinan (apa yang ingin dikerjakan)
C.  Pelatihan Kerja (program terencana dari latihan yang sistematis tentang performansi kemampuan tertentu)
1.      Identifikasi masalah
2.      Identifikasi pelajar/peserta
3.      Strategi kesempatan belajar dan pemilihan pengajaran
4.      Format dan penjadwalan kegiatan
5.      Evaluasi dan penilaian
D.     Pelatihan Partisipatif (keterlibatan atau peran serta peserta pelatihan)
1.      Mengalami
2.      Mengungkapkan
3.      Menganalisi
4.      Generalisasi
5.      Mererapkan

Sumber: Suprijanto, H. (2007). Pendidikan Orang Dewasa: Dari Teori Hingga Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara