Tampilkan postingan dengan label ANDRAGOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ANDRAGOGI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Juni 2014

Testimoni Perkuliahan Andragogi

      Kelas Andragogi merupakan kelas yang cukup menyenangkan, banyak pengalaman dan pembelajaran yang saya peroleh. Selama lebih kurang enam bulan atau satu semester ini saya telah mengikuti perkuliahan dan proses belajar mengajar di kelas mata kuliah Andragogi. Banyak suka maupun duka yang saya rasakan. Sukanya itu ketika setiap kelompok menampilkan performanya, ada kelompok demonstrasi, pelatihan dan juga kelompok diskusi. Sementara dukanya adalah ketika kami tidak menjalankan tanggungjawab dan komitmen untuk membaca materi perkuliahan sesuai dengan kontrak sebelum memulai proses belajar mengajar di dalam kelas. Selan itu juga kami yang kurang aktif dikelas membuat dosen pengampu harus benar-benar bersabar dan berusaha untuk tetap memaafkan perbuatan kami tersebut. Saya pribadi merasa bahwa saya masih kurang bertanggungjawab sebagai seorang mahasiswa yang mengambil mata kuliah Andragogi, namun sebisa mungkin dan semaksimal mungkin saya tetap berusaha memberikan yang terbaik. 
      Suasana perkuliahan mata kuliah Andragogi masih kurang menunjukkan bahwa para pesertanya adalah orang-orang dewasa yang sedang belajar menjadi seorang dewasa yang baik. Kurangnya minat, komitmen, dan keuletan membuat suasana belajar mengajar menjadi pasif dan cenderung "naik turun hilang timbul" seperti gelombang laut. Terkadang kelas bisa terasa sangat "hidup", dalam artian peserta perkuliahan aktif dalam berargumetasi dan merespon pernyataan-perntayaan yang diberikan oelh dosen pengampuh. Namun, ada kalanya suasana kelas seperti "api" yang harus ditiup, dijaga agar tidak padam, dalam hal ini dosen pengampu berusaha memberikan pengarahan, "memancing" para peserta didiknya agak mau aktif. 
      Namun secara keseluruhan saya merasa kelas mata kuliah Andragogi sudah membantu saya untuk menjadi seorang mahasiswa yang bertanggungjawab, sosok seorang dewasa yang benar-benar bisa dewasa dalam menjalankan setiap tugas dan tanggungjawab yang diberikan.
      Terimakasih kasih banyak saya ucapkan buat dosen pengampu yang telah memberikan waktunya untuk mendampingi kami selama proses belajar mengajar berlangsung. Terimakasih banyak juga buat kesabaran dan pengertiannya selama ini saat kami melakukan kesalahan dan tidak melakukan semua tanggungjawab kami dengan baik. Semoga setelah kelas Andragogi ini berakhir kami bisa menjadi mahasiswa yang benar-benar bertanggungjawab dan berkomitmen dengan status kami sebagai seorang dewasa.

Riview Hasil Performa Kegiatan Karyawisata

      Kegiatan karyawisata ke home industry Rea-Choc Medan yang berlokasi di Jln. Dr.Mansyur No. 9B dilakukan pada hari Kamis tanggal 05 Juni 2014 pada pukul 11.00 Wib sampai pada pukul 13.00 Wib. Kegiatan karyawisata yang kelompok lakukan bertujuan untuk:
·      Memperkenalkan kepada peserta mata kuliah Andragogi tentang usaha home industry Rea-Choc Medan
·   Memperkenalkan kepada peserta mata kuliah Andragogi dengan melihat produk yang dihasilkan oleh home industry Rea-Choc Medan
·    Mengajak peserta mata kuliah Andragogi untuk ikut membuat langsung cokelat di home industry Rea-Choc Medan

      Kegiatan kayawisata yang kelompok lakukan sesuai dengan ketiga tujuan yang telah dirumuskan oleh kelompok sebelum terjun langsung ke lapangan untuk merealisasikannya. Walaupun pada kenyataannya kegiatan karyawisata yang kelompok lakukan tidak bisa dikatakan berjalan dengan sempurna. Saya pribadi merasa masih banyak kekurangan dan tidak kondusifnya suasana saat kegiatan karyawisata berlangsung. 
      Performa kegiatan karyawisata diawali dengan membagikan buku panduan mini yang berisikan tentang sejarah singkat dari berdirinya home industry Rea-Choc Medan, produksi-produksi cokelat yang dihasilkan dan juga proses cara pengolahan cokelat. Selanjutnya salah seorang anggota kelompok kami yang merupakan salah satu pemiliki dari home industry Rea-Choc Medan memberikan penjelasan tentang sejarah berdirinya home industry Rea-Choc Medan, menjelaskan sudah berapa lama berkecimpung di dunia bisnis, jenis-jenis cokelat yang dihasilkan serta memberikan beberapa katalog buku yang berikan tentang home industry Rea-Choc Medan yang telah berhasil dirintis dan sudah mulai terkenal di lapisan kalangan masyarakat. Kemudian dilanjutkan dengan membuat secara langsung kotak packing cokelat dan cokelat. Para peserta memiliki kesempatan untuk membuat dua bar cokelat sesuai dengan seleranya masing-masing menggunakan toping yang disediakan (keju, kopi, selai buah). Para peserta secara bergilir memasuki ruang produksi cokelatnya, dan saat satu kelompok sedang membuat cokelat para peserta lainnya menunggu sambil membuat packing cokelat yang nantinya akan digunakan untuk cokelat hasil buatan tangan para peserta. Saat proses pembuatan cokelat ada beberapa peserta yang berhasil membuatnya dan cokelat yang dihasilnya juga cukup bagus, namun ada juga beberapa peserta yang kurang beruntung karena cokelatnya tidak terbentuk dengan sempurnya. Cokelat para peserta yang gagal tersebut dikarenakan terlalu banyak toping yang digunakan, sehingga cokelatnya susah untuk membeku dengan sempurna.
      Dapat disimpulkan bahwa kegiatan karyawisata yang kelompok kami lakukan bisa dikatakan berhasil walaupun tidak sempurna namun sesuai dengan tujuan yang dibuat. Secara keseluruhan para peserta menjadi mengetahui tentang keberadaan dari home industry Rea-Choc Medan, mengetahui produk-produk cokelat apa saja yang dihasilkan dan dipasarkan serta mendapatkan pengalaman secara pribadi untuk membuat cokelat dengan tangan sendiri. Hal tersebut terbukti dari hasil evaluasi yang diberikan oleh para peserta pada saat pertemuan di ruang kelas pada hari Kamis tanggal 19 Juni 2014. 

Jumat, 11 April 2014

TUGAS KELOMPOK


KONSEP PERFORMA PEMBELAJARAN
METODE KUNJUNGAN LAPANGAN

“COKELAT REA-CHOC MEDAN”

O
L
E
H

KELOMPOK 4


FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2014

BAB I
PENDAHULUAN
            Kunjungan lapangan merupakan kunjungan terencana yang dilakukan ke suatu tempat di luar kelas. Suatu kunjungan lapangan biasanya berkenaan dengan kegiatan membawa kelompok ke tempat khusus untuk tujuan khusus. Tujuan khusus yang dimaksud bisa untuk mengamati situasi tertentu, mengamati kegiatan tertentu atau praktik membuat sesuatu yang tidak dapat dilakukan di ruang kelas. Kunjungan lapangan biasanya berjangka waktu pendek, mungkin kurang dari satu jam atau tidak lebih dari dua atau tiga jam.
Ada beberapa keuntungan dari metode kujungan lapangan yang membuat kelompok menggunakannya sebagai metode pembelajaran untuk kelas mata kuliah Andragogi, yaitu:
1.      Memberikan kesempatan mengumpulkan pengalaman dan informasi baru
2.      Dapat mengamati gerakan-gerakan dan benda-benda dalam bentuk tiga dimensi
3.      Prosedur dapat diamatai dan dialami yang nantinya dapat diterapkan para peserta
4.      Memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar sambil bekerja
5.      Dapat menumbuhkan minat dan ketelitian pengamatan para peserta
6.      Memperoleh elemen-elemen konkret dan realistis yang tidak didapatkan di kelas
Selain memiliki beberapa keuntungan, metode kunjungan lapangan juga memiliki beberapa kelemahan (Flores, Bueno, & Lapastora, 1983) yaitu:
1.      Tidak cocok untuk beberapa bidang permasalahan
2.      Mahal (waktu, uang, dan tenaga), jika kunjungannya jauh
3.      Memerlukan banyak persiapan
4.      Melibatkan orang lain
Berdasarkan penjelasan tentang keuntungan dan kelemahan dari kunjung lapangan, kelompok memilih untuk melakukan kunjungan lapangan ke tempat pembuatan cokelat Rea-Choc Medan yang berlokasi di Jln. Dr.Mansyur No. 9B. Memilih Rea-Choc sebagai tujuan melakukan kunjungan lapangan karena saat ini keberadaan usaha cokelat tersebut sudah mulai terkenal di berbagai kalangan masyarakat, baik dari kedinasan bahkan juga para mahasiswa. Selian itu juga, lokasi pabrik pembuatan cokelat Rea-Choc tersebut yang mudah untuk ditempuh serta hemat biaya dan waktu sehingga lebih efektif dan efisien untuk dilakukan pada hari Kamis 22 Mei 2014. Menurut Morgan et al (1976), tujuan kunjungan lapangan yang akan kelompok lakukan termasuk dalam kategori pabrik makanan. 


Rea- Choc adalah Perusahaan yang bergerak di bidang usaha kuliner olahan coklat. Rea-Choc berdiri pada tanggal 01 April 2012, dibangun atas dasar keinginan untuk mandiri dan menjadi wirausaha yang cerdas dan berkembang. Berbagai kreasi, ide dan inovasi terus digali guna mencapai tujuan / visi yang jelas.
Penamaan Rea-Choc didasari atas dua hal, yaitu singkatan dari nama itu dan makna yang terkandung di dalamnya. Rea-Choc merupakan singkatan dari kreasi coklat (cREAtion of CHOColate). Penyebutan Rea-Choc dalam  bahasa lokal bermakna sesuatu hal yang selalu membuat keadaan ramai, hal ini bermakna bahwa perusahaan ini pada nantinya akan selalu menjadi perhatian dan favorit para konsumen. Saat ini Rea-choc telah memiliki pasar yaitu pasar oleh – oleh khas Medan yang di pasarkan di toko oleh – oleh dengan menyungsung kemasan cinta budaya Lokal yang terdapat dalam kemasan coklat Rea-Choc.
Rea-Choc menerapkan konsep kemasan yang melambangkan kebudayaan Sumatera Utara  yang harus dipertahankan. Dengan memadukan keduanya, tentu akan menambah daya tarik untuk produk kami. Selain itu, coklat yang digunakan memiliki kualitas yang lebih tinggi daripada yang ada di pasaran.
·         Jenis produk yang dihasilkan    : Coklat Olahan
·         Karakteristik Produk               : Kemasan “Cinta Budaya Lokal”
·         Bahan Tambahan                    : Selai Markisa, Keju, selai buah aneka rasa, kacang mete, jelly, kopi, dan                                                      lainnya                                                    
·         Keunggulan produk yang dimiliki
1.      Rasa lezat dengan mengurangi penggunaan zat tambahan
2.      Kemasan dengan tema “ Cinta Budaya Lokal”
3.      Bentuk kreasi terbaru dan selalu diperbarui
4.      Bahan baku bermutu

BAB II
RANCANGAN KUNJUNGAN LAPANGAN
Keberhasilan kunjungan lapangan tergantung pada seberapa baiknya perencanaan yang dibuat. Komponen perencanaan yang dibuat oleh kelompok dalam metode kunjungan lapangan ke pabrik cokelat Rea-Choc Medan adalah:
1.      Tujuan/Maksud
·      Memperkenalkan kepada peserta mata kuliah Andragogi tentang usaha home industry Rea-Choc Medan
·   Memperkenalkan kepada peserta mata kuliah Andragogi dengan melihat produk yang dihasilkan oleh home industry Rea-Choc Medan
·    Mengajak peserta mata kuliah Andragogi untuk ikut membuat langsung cokelat di home industry Rea-Choc Medan

2.      Pemilihan Tempat Tujuan
Kelompok memilih lokasi tujuan ke home industry Rea-Choc Medan yang berlokasi di Jln. Dr.Mansyur No. 9B karena saat ini keberadaan usaha cokelat tersebut sudah mulai terkenal di berbagai kalangan masyarakat, baik dari kedinasan bahkan juga para mahasiswa. Selian itu juga, lokasi pabrik pembuatan cokelat Rea-Choc tersebut yang mudah untuk ditempuh serta hemat biaya dan waktu sehingga lebih efektif dan efisien.

3.      Pengaturan dengan Melibatkan Pihak Organisasi yang akan Dikunjungi
Salah seorang dari anggota kelompok kami merupakan salah satu pemilik yang mendirikan home industry Rea-Choc Medan serta mengelolah langsung proses pembuatan cokelat (produksi) sampai pada tahap proses pemasaran. Sehingga kelompok lebih mudah dalam melakukan kunjungan lapangan dengan adanya keberadaan anggota kelompok kami yang merupakan pihak dari home industry Rea-Choc Medan

4.      Pengaturan Waktu
Kegiatan kunjungan lapangan ke home industry Rea-Choc Medan yang akan dilakukan kelompok bersama dengan peserta mata kuliah Andragogi pada hari Kamis, 22 Mei 2014. Waktu pelaksanaan kunjungan lapangan dimulai pada pukul 11.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB. Setiap kelompok (yang beranggotakan enam orang) memiliki kesempatan untuk membuat cokelat selama 20 menit.

5.      Transportasi
Berhubung lokasi kunjungan lapangan yang akan dilakukan mudah untuk dijangkau, maka untuk menuju lokasi home industry Rea-Choc Medan kelompok menyediakan kendaraan untuk 11 orang peserta mata kuliah Andragogi. Untuk 8 orang peserta mata kuliah Andragogi lainnya bisa menuju lokasi dengan naik angkutan umum (angkot) atau sepeda motor dan jika waktu memungkinkan kelompok akan mengusahakan untuk menjemput.

6.      Bahan/Perlengkapan
Dalam kegiatan kunjungan lapangan ke home industry Rea-Choc Medan, alat bantu yang digunakan adalah buku panduan mini yang akan dibagikan kepada seluruh peserta. Sementara untuk perlengkapan/bahan pembuatan cokelat yang akan dilakukan oleh peserta mata kuliah Andragogi telah disediakan langsung di lokasi home industry Rea-Choc Medan.

7.      Pembentukan Kepanitiaan
Ketua        : Tika Ramadhani         (101301018)
Sekretaris  : Tota Fierda Ria          (101301092)
Bendahara : Anggita Windy           (101301103)
Anggota    : Anggi Gurning             (091301100)
                    Rocky Sihite              (101301124)
                    Riska Margolang        (121301012)

8.      Kontribusi
Setiap peserta mata kuliah Andragogi yang ikut dalam kegiatan kunjungan lapangan ke home industry Rea-Choc Medan, akan dikenakan biaya kontribusi sebesar Rp 10.000 /orang. Dengan biaya tersebut, setiap peserta telah mendapatkan kesempatan membuat cokelat sendiri dan membawanya pulang.


BAB III
PELAKSANAAN KUNJUNGAN LAPANGAN
            Kunjungan lapangan akan lebih mudah dilaksanakan jika perencanaan telah disusun secara cermat, kemudian dilaksanakan dengan baik. Adapun prosedur yang akan dilakukan oleh kelompok dalam kegiatan kunjungan lapangan adalah:
1.      Pengenalan
Kunjungan lapangan ke home industry Rea-Choc Medan, akan dimulai dengan membagikan buku panduan mini kepada seluruh peserta. Kemudian ketua kelompok akan memberikan sedikit penjelasan tentang latar belakang dan sejarah berdirinya usaha home industry Rea-Choc Medan serta secara singkat menjelaskan cara memproduksi dan memasarkan hasil produksi.

2.      Menjaga Minat Kelompok
Berhubung karena ruangan untuk membuat cokelat tidak bisa menampung seluruh peserta, maka kelompok akan membagi peserta menjadi tiga kelompok (sesuai kelompok Andragogi). Ketika kelompok satu (terdiri atas enam orang) masuk ke ruangan produksi untuk membuat cokelat, kelompok dua dan tiga menunggu di ruang tunggu sambil membuat packing untuk bungkusan cokelat yang nantinya akan mereka buat. Tiga orang dari anggota kelompok kami akan mendampingi kelompok yang berada di ruang tunggu sambil mengajari cara membuat packing bungkusan cokelat. Sementara tiga anggota lainnya akan mendampingi kelompok yang sedang berada di ruangan produksi untuk membuat cokelat.
·         Penanggung Jawab ruang produksi
Ketua        : Tika
Anggota    :
Tota, Tika, Anggita, Anggi, Riska, Rocky (tiga orang saling bergantian)
·         Penanggung Jawab ruang tunggu
Tota, Tika, Anggita, Anggi, Riska, Rocky (tiga orang saling bergantian)

3.      Mempertahankan Partisipasi
Kelompok menyediakan waktu bagi peserta untuk memberikan pertanyaan seputar home industry Rea-Choc Medan.

4.      Pengaturan Untuk Kenyamanan Fisik Peserta
Kelompok menyediakan transportasi untuk memberikan kemudahan bagi para peserta dalam menjangkau lokasi home industry Rea-Choc Medan.  Ruangan untuk menunggu dan untuk produksi di home industry Rea-Choc Medan suasanya cukup nyaman dengan adanya kipas angin di ruangan tunggu dan Air Condicioner (AC) di ruangan produksi.

5.      Mengakhiri Kunjungan Lapangan dan Karyawisata
Sebelum meninggalkan lokasi kunjungan lapangan home industry Rea-Choc Medan, kelompok mewakili peserta mata kuliah Andragogi mengucapkan terimakasih kepada pegawai inkubator dan bagian administrasi. Memberikan kesempatan kepada salah  seorang peserta sebagai perwakilan untuk mengucapkan terima kasih kepada kelompok penyelenggara kegiatan kunjungan lapangan.

6.      Tindak Lanjut dan Evaluasi
Evaluasi akan dilakukan di ruangan kelas pada saat perkuliahan setelah kegiatan kunjungan lapangan ke home industry Rea-Choc Medan selesai.

DAFTAR PUSTAKA
Suprijanto, H. 2007. Pendidikan Orang Dewasa. Jakarta : Bumi Aksara

Jumat, 28 Maret 2014

KOMUNIKASI DAN ALAT BANTU

Alat bantu audiovisual dalam pengajaran berdasarkan prinsip penggunaan alat bantu audiovisual, film, slide, filmstrip, tape recorder, televisi, videotape, overhead projector, LCD projection panel, papan tulis, chart, peta, papan planel, pameran dan benda. Posisi alat bantu audiovisual dalam pengajaran adalah sebagai alat bantu untuk menjelaskan materi pelajaran atau konsep yang sulit dimengerti tanpa ilustrasi visual.
Ada beberapa kesalahan persepsi terhadap alat bantu audiovisual. Oleh karena itu, untuk meluruskan masalah persepsi tersebut perlu diperhatikan hal-hal berikut:
1)      Alat bantu audiovisual bukan suatu bentuk pendidikan tersendiri,
2)      Alat bantu visual bukan hanya gambar hidup saja,
3)  Tujuan utama alat bantu audio visual, sejauh dikaitkan dengan pendidikan bukan untuk hiburan,
4)      Alat bantu audiovisual bukan sesuatu yang baru,
5)   Alat bantu audio visual bukan suatu obat mujarab untuk seluruh hambatan dalam pengajaran.
Manfaat alat bantu audiovisual antara lain:
1)      Membantu memberikan knsep pertama atau kesan yang benar,
2)      Mendorong minat,
3)      Meningkatkan pengertian yang  lebih baik,
4)      Melengkapi sumber belajar yang lebih lain,
5)      Membantu variasi metode mengajar,
6)      Meningkatkan/memacu keingintahuan intelektual,
7)      Cenderung mengurangi ucapan dan pengulungan kata yang tidak perlu,
8)      Membuat ingatan terhadap pelajaran lebih lama, dan
9)      Dapat memberikan konsep baru dari suatu diluar pengalaman biasa.
Dalam penggunaan alat bantu audio visual terdapat kriteria yang perlu diperhatikan antara lain:
1)      Alat bantu apa yang dapat dagunakan untuk tugas yang akan dikerjakan?
2)   Alat bantu yang diketahui penggunaannya dengan baik oleh pimpinan atau seseorang yang ditugasi?
3)      Alat bantu apa yang paling siap untuk dipergunakan?
4)  Alat bantu mana yang paling sedikit memerukan waktu dan paling sedikit menyebabkan kebingungan?
5)      Alat bantu mana yang paling murah pengandaannya dan penggunaannya?
6)      Alat bantu mana yang akan memberikan perimbangan dan variasi yang paling baik?
7)      Alat bantu mana yang paing sesuai dengan minat dan pengertian pelajar?
8)      Apakah alat bantu dapat menyajikan materi dengan akurat?
9)      Apakah ada petunjuk untuk menggunakan alat bantu? Dan
10)  Apakah tersedia tempat dan fasilitas yang cocok untuk menggunakan alat bantu tersebut?
Ada beberapa saran yang dapat digunakan untuk menggunakan alat bantu audiovisual antara lain:
1) Bahan yang disajikan dengan alat bantu audiovisual harus mengarah secara langsung ke masalah
2)      Bahan seyogianya hanya disajikan pada waktu yang tepat
3)      Pimpinan yang ada dalam kelompok sebaknya mengetahui segala sesuatunya dalam keadaan siap dan tersusun rapi
4)   Alat bantu sebaiknya mengajarkan sesuatu dan tidak sekedar menayangkan sesuatu
5)      Beberapa alat bantu sebaiknya digunakan, dan
6)   Alat bantu audiovisual sebaiknya digunakan secara hati-hati dan disimpan dengan baik

Komunikasi yang digunakan dalam pendidikan orang dewasa adalah laporan berkala dan surat edaran, berita serta buletin, leaflet, folder dan pamflet.
Laporan berkala adalah laporan yang dikirim secara pribadi kepada orang banyak. Surat edaran sifat pribadinya tiak sama seperti laporan berkala. Surat edaran memfokuskan suatu peristiwa, kejadian, atau keadaan lingkungan. Buletin, leaflet, folder dan pamphlet adalah informasi tertulis mengenai subjek khusus yang panjangnya bervariasi. Kesederhanaan dengan tampilan menarik sebaiknya menjadi kata kunci dalam mempersiapkan buletin, leaflet, folder dan pamflet.
Untuk menulis cepat terdapat tips yang perlu diikuti, antara lain:
a)      Mengetahui pembaca
b)      Mempunyai tujuan dan kejar tujuan itu
c)      Mempunyai rencana dan ikuti rencana itu
Untuk menulis agar mudah dibaca ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
a)      Seperti bercakap-cakap
b)      Gunakan kata-kata pendek
c)      Gunakan kata-kata personal
d)      Gunakan kalimat pendek dan bervariasi
e)      Gunakan paragraph pendek
f)       Susun kalimat secara logis, dan
g)      Cek tata bahasanya


Sumber: Suprijanto, H. (2007). Pendidikan Orang Dewasa: Dari Teori Hingga Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara