Senin, 24 Maret 2014

DISKUSI DAN DEMONSTRASI

METODE DISKUSI
Metode diskusi merupakan alat yang sangat efektif jika peserta yang terlibat hanya sedikit. Penggunaan metode diskusi untuk kelompok yang berjumlah 10 orang atau lebih memerlukan perencanaan yang cermat dan pimpinan diskusi yang kompeten.
Kang & Song (1984) mendefinisikan diskusi kelompok sebagai pertemuan atau percakapan antara dua orang atau lebih yang membahas topik tertentu yang menjadi pusat perhatian bersama. Diskusi kelompok merupakan strategi belajar mengajar yang tepat untuk meningkatkan kualitas interasksi antara peserta didik. Ciri kelompok dinamis menurut Gulo (2002) adalah:
1.      Ada interaksi antara anggota
2.      Ada kepemimpinan
3.      Ada tujuan yang akan dicapai
4.      Ada norma yang diikuti
5.      Melibatkan emosi

1)      Manfaat Diskusi Kelompok dalam Pendidikan Orang Dewasa
Memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk menyampaikan pendapat, belajar sambil bekerja, mendorong individu untuk berpikir dan mengambil keputusan.
2)      Memilih Masalah atau Isu
Pemihan topik diskusi dapat mememngaruhi keberhasilan diskusi, sehingga topik harus dipilih dengan baik dan harus memenuhi dtandar.
3)      Merencanakan Diskusi Kelompok
Merupakan hal yang baik dalam merencanakan diskusi untuk membuat daftar masalah atau pertanyaaan yang akan dimunculkan dan membuat catatan singkat.
4)      Memimpin Diskusi Kelompok
Pimpinan diskusi yang baik tidak dilahirkan namun dibentuk dan mewarisi sifat-sifat tertentu yang memengaruhi kepemimpinan yang efektif.
5)      Kualitas Pribadi Pimpinan Diskusi
Kemampuan berbicara dengan sikap yang informasi, ramah dan bijaksana, memiliki kemampuan berpikir, sabra, dan tidak memihak.
6)      Tahapan Pemecahan Masalah
Menjadikan anggota sadar untuk menenmukan pemecahan masalah secara sementara dan pemecahan tentatf dicek dengan fakta kemudian melakukan perbaikan pemecahan masalah serta mengecek kesimpulan.
7)      Tahapan dalam Memimpin Diskusi Kelompok
Mempertahankan minat, melakukan tes pemecahan masalah, memberikan semangat anggota yang berpartisipasi dan membuat kesimpulan sementara, mempertahankan minat serta menutup diskusi.

Teknik Khusus dalam Dikusi Kelompok
a.      Kelompok Huddle (kelompok-kelompok kecil)
b.      Kelompok Buzz (10-15 orang)
c.       Teknik Phillips “66” (10-20 orang)
d.      Tim Kepemimpinan
·         Pimpinan diskusi
·         Pengamat proses
·         Notulen
·         Narasumber
e.      Tim Pendengar (Tim Perumus)
f.        Permainan Peran (Role Playing)
g.      Curah Pendapat (Brainstrorming)
h.      Permainan Drama (Dramatic Skit)
i.        Diskusi Informal
j.        Debat
k.       Diskusi Mangkuk Ikan (Fishbowl discussion)
l.        Teknik Kelompok Nominal

METODE DEMONSTRASI
Demonstrasi merupakan metode pendidikan orang dewasa yang sangat sering digunakan dalam bidang pertanian maupun industri. Demonstrasi dapat berhasil jika digunakan: (1) pada pengajaran manipulative dan keterampilan, (2) pada pengembangan pengertian, (3) untuk menunjukkan bagaimana melakukan praktik-praktik baru, (4) untuk memperkuat penermaan terhadap sesuatu yang baru dan memperbaiki cara melakukan sesuatu.
Keuntungan Metode Demonstrasi (Morgan, et, al 1976; Flores, Bueno & Lapastroa, 1984), antara lain:
a.      Demonstrasi menarik dan menahan perhatian
b.      Demonstrasi menghadirkan subjek dengan cara yang mudah dipahami
c.       Demonstrasi meyakinkan hal-hal yang meragukan
d.      Metode demonstrasi adalah objektif dan nyata
e.      Metode demonstrasi meunjukkan pelaskanaan ilmu pengetahuan dengan contoh
f.        Demonstrasi mempercepat penyerapan langsung dari sumbernya
g.      Demonstrasi membantu mengembangkan kemampuan
h.      Metode demonstrasi memberikan bukti bagi praktik yang dianjurkan
Keterbatasan Metode Demonstrasi, antara lain:
a.      Demonstrasi yang baik tidak mudah dilaksanakan
b.      Metoe demonstrasi terbatas hanya untuk jenis pengajaran tertentu
c.       Demonstrasi hasil memerlukan waktu yang banyak dan agak mahal
d.      Demonstrasi memerlukan banyak persiapan awal
e.      Demonstrasi menimbulkan iri
f.        Demonstrasi dapat terpengaruh oleh cuaca
g.      Demonstrasi dapat mengurangi kepercayaan jika tidak berhasil
Jenis Metode Demonstrasi
1.      Metode Demonstrasi Cara (menunjukkan bagaimana mengerjakan sesuatu)
·         Merencanakan Demonstrasi
·         Mempersiapkan Demonstrator
·         Mempersiapkan Pengamat
·         Melakukan Demonstrasi
·         Menganalisis Hasil
·         Menilai Metode Demonstrasi Cara
Ilustrasi dalam demonstrasi cara: dengan motivasi, mengajar dengan hanya menceritakan, mengajar dengan hanya memperagakan, mengajar dengan penjelasan yang benar dan memperagakan.
2.      Metode Demonstrasi Hasil (menunjukkan hasil dari beberapa praktik)
·         Merencanakan Demonstrasi
·         Mempersiapkan Demonstrator
·         Mempersiapkan Pengamat
·         Melakukan Demonstrasi
·         Menggunakan Hasil


Sumber: Suprijanto, H. (2007). Pendidikan Orang Dewasa: Dari Teori Hingga Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara

METODE PENDIDIKAN ORANG DEWASA

Metode  yang dapat digunakan dalam pendidikan orang dewasa sangat banyak. Mulai dari penyajian formal sampai dengan widyawisata. Pengetahuan tentang metode ini sangat penting agar apat menentukan metode yang sesuai dengan program pendidikan orang dewasa yang di laksanakan. Metode pendidikan orang dewasa (POD) dapat di tinjau dari dua sudut pandang, yaitu:
1)      Kontinum proses belajar, dan
2)      Pertemuan yang di lakukan dalam pendidikan orang dewasa.
Metode pendidikan orang dewasa sebaiknya dipilih berdasarkan tujuan pendidikan, yang pada garis besarnya dapat dibagi menjadi  dua jenis yaitu (1)membantu orang menata pengalaman masa lalu  yang dimilikinya melalui cara baru, seperti konsultasi, latihan kepekaan, dan beberapa jenis latihan manajemen, yang membantu individu untuk dapat lebih memanfaatkan apa yang telah diketahuinya dan (2) memberikan pengetahuan atau keterampilan baru, yakni mendorong individu untuk meraih  pengetahuan atau keterampilan yg lebih baik dari pada pengetahuan atau keterampilan yg sudah dimilikinya.
Posisi atau sifat pengalamannya belajar dapat kontinum proses belajar dapat memengaruhi beberapa hal berikut ini :
1.      Persiapan dan  orientasi bagi belajar.
2.      Suasana dan kecepatan belajar.
3.      Pran dan sikap pembimbing
4.      Peran dan peserta didik.
5.      Metode yang di terapkan agar usaha  belajar  berhasil.

PEMILIHAN JENIS PERTEMUAN
Metode yang biasa  digunakan  dalam  pendidikan  orang  dewasa  adalah  metode  pertemuan. Ada beberapa jenis pertemuan yang dapat dipilih seseorang  guna menyampaikan  sesuatu kepada orang lain. Pemilihan  jenis  pertemuan  yang memuaskan  tergantung pada apa yang ingin diselesaikan.
1.      Institusi  (Institution)
Dalam  institusi  adalah orang yang tertarik  daam bidang  khusus.
2.      Konvensi
Peserta datang dari kelompok  lokal yang merupakan organisasi orang tua baik dari tingkat kabupaten , provinsi, ataupun tingkat nasional.
3.      Konferensi
Pertemuan dalam kelompok besar maupun kelompok kecil.
4.      Lokakarya (Workshop)
Pertemuan orang yang bekerja sama adalam kelompok kecil dan biasanya dibatasi pada masalah yang berasal dari mereka sendiri.
5.      Seminar
Mempelajari subjek dibawah seorang pimpinan yang menguasai bidang yang diseminarkan.
6.      Kursus Kilat
Institusi yang sangat intensif selama satu hari atau lebih tentang beberapa subjek khusus. Bertindak sebagai kursus penyegar bagi peserta.
7.      Kuliah Bersambung
Rangkaian penyajian yang diberikan oleh dosen dengan periode waktu satu kali per hari, satu kali per minggu, atau satu kali per bulan.
8.      Kelas Formal
Pendidikan orang dewasa biasanya bergabung dengan program sekolah.
9.      Diskusi Terbuka
Dianggap sebagai salah satu jenis pendidikan orang dewasa yang sangat penting, memerlukan seorang pemimpin yang ahli untuk mengatur jalannya diskusi.

MERENCANAKAN PERTEMUAN
            Perencanaan harus mengarahkan perhatian pada, (1) tahap pendahuluan untuk menghubungi orang, (2) cara menerima peserta, (3) apa yang akan terjadi dalam pertemuan dan (4) cara mengevaluasi pertemuan (Morgan, Barton, et al. 1976)
1.      Prapertemuan
Perencanaan harus menanyakan apa yang harus dikerjaan, tujuan pertemuan, siapa yang ikut serta, kepada kelompok mana ditujukan.
2.      Penerimaan Peserta
Perencanaan harus memikirkan bagaimana sebaiknya menerima peserta datang.
3.      Prosedur Pertemuan
Acara apa yang akan diambil dalam pertemuan tergantung dari metode apa yang ditetapkan pertama kali.
4.      Evaluasi
Pertemuan harus dievaluasi, baik melalui angket reaksi pascapertemuan ataupun dengan analisis sendiri yang hati-hati

METODE DALAM PERTEMUAN
            Dalam membuat garis besar prosedur pertemuan, teknik penting yang dapat digunakan dalam pendidikan orang dewasa adalah:
1)      Penyajian Formal, semua berlangsung satu arah dari pembicara kepada peserta
a.      Ceramah atau kuliah
b.      Symposium
c.       Diskusi panel
d.      Kolokium (colloquy)
2)      Teknik diskusi
a.      Diskusi terbuka
b.      Diskusi kelompok dengan wakil pimpinan (co-leader)
c.       Sesi Buzz
d.      Teknik “Philips 66”
e.      Tim pimpinan:
·         Pimpinan diskusi
·         Pengamat proses
·         Notulen
·         Narasumber
f.        Tim pendengar
g.      Bermain peran (role playing)
h.      Skit drama
i.        Curah pendapat (brainstorming)
j.        Diskusi formal
k.       Debat
l.        Diskusi mangkuk ikan (fish bowl discussion)
m.    Teknik kelompok nominal
n.      Forum :
·         Forum kuliah
·         Forum symposium
·         Forum panel
3)      Demonstrasi  dan Laboratorium
a.      Demonstrasi metode (cara)
b.      Demonstrasi hasil
c.       Prosedur laboratorium
4)      Widyawisata (karyawisata)
5)      Audiovisual
6)      Komunikasi tertulis

Sumber: Suprijanto, H. (2007). Pendidikan Orang Dewasa: Dari Teori Hingga Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara

Kamis, 13 Maret 2014

PAEDAGOGI TRADISIONAL DAN MODERN

Ilmu vs Seni Paedagogi
Teori vs Praktik Paedagogi
Pengetahuan Paedagogi vs Pengetahuan ilmiah mata pelajaran
Kegiatan mengajar vs Kegiatan belajar


Isu-isu dan komplikasi lebih lanjut yang timbul dari penggunaan istilah paedagogi merupakan seperangkat knsep untuk menjelaskan proses. Ada tiga isu tertentu muncul terkait dengan masalah paedagogi.
  1. Paedagogi merupakan sebuah proses yang bertujuan, dalam makna umum istilah ini sering digunakan untuk menjelaskan prinsip-prinsip dan praktik mengajar anak.
  2. Banyak pekerjaan "paedagogi sosial" yang telah digunakan untuk menggambarkan prinsip-prinsip mengajar anak-anak dan kaum muda.
  3. Sejauh mana pengertian paedagogi telah dipahami dan dominan mewarnai proses pembelajaran dalam konteks sekolah.
Jadi, secara tradisional paedagogi adalah seni mengajar. Guru yang efektif senantiasa menggunakan alternatif strategi pembelajaran karena tidak ada pendekatan tunggal yang universal untuk semua bahan ajar dan situasi. Strategi yang berbeda digunakan dengan kombinasi yang berbeda pula untuk kelompok siswa yang berbeda, yang diharapkan akan dapat meningkatkan hasil belajar. Strategi yang lebih cocok untuk mengajarkan pengetahuan dan keterampilan tertentu berbeda untuk masing-masing siswa dan konteksnya.

Normatif vs Pragmatis
JIka pendekatan normatif sering dipandang terlalu utopis dna pendekatan pragmatis sering dipersepsi sama problematisnya dikaitkan dengan visi dan relevansinya bagi proses mengajar dan belajar di abad ini, karena itu empat hal berkut ini menentukan kajian lebih mendalam ketimbang sebatas mendeskripsikannya di permukaan.
  1. Definisi dan pemahaman paedagogi, khususnya dari perspektif komparatif. Hingga saat ini pemahaman mengenai paedagogi sebagai kerangka berpikir dan bertindak mecakup semua ilmu tentang pengajaran dan pembelajaran. Secara konsepsional paedagogi dipersepsi sebagai seni dan aplikasi kerja guru dalam proses pembelajaran untuk semua mata pelajaran.
  2. Munculnya paedagogi sebagai ilmu interdisipliner. Meskipun berada di fase formatif awal, fitur yang paling mencolok dari paedagogi modern adalah kebangkitannya sebagai ilmu interdisipliner.
  3. Paedagogi dan kaitannya dengan aspek-aspek ekonomi mengajar dan belajar. Paedagogi merupakan isu kunci dalam memajukan dan mempromosikan profesi guru untuk memperbarui apa yang disebut sebagai proyek profesional guru.
  4. Faktor-faktor pendukung membatasi pengembnagan paedagogi. Standar profesional dapat memposisikan kurikulum sebagai pusat pembuat kebijakan pendidikan. 
Model Logika
Baik sebagai seni (praktis) maupun sebagai ilmu (teoritis), paedagogi sesungguhnya adalah model logika. Sebuah alat yang ampuh untuk meningkatkan mutu proses dan hasil belajar di semua satuan pendidikan atau sekolah. 
  1. Masukan, yaitu pengetahuan dan sumber daya baik paedagogis itu sendiri maupun konten pengetahuan yang mendorong standar profesional dan mengarah pada praktik dan peningkatan hasil pembelajaran.
  2. Proses, yaitu transformasi yang paling mungkin untuk meningkatkan hasil-hasil pembelajaran.
  3. Hasil yaitu meningkatkan hasil belajar untuk semua siswa pada semua satuan pendidikan, serta hasil belajar guru itu sendiri selaku tenaga profesional.
Kajian atas tiga komponen diatas sesungguhnya tidak cukup. Masih diperlukan telaah mendalam dan berguna untuk lebih memahami dan mengembangkan paedagogi  dan standar pengajaran profesional. terutama berkaitan dengan tiga hal berikut ini.
  • Situasi, berupa fokus, kebutuhan, masalah atau tantangan yang harus diatasi oleh guru selama proses pembelajaran.
  • Asumsi, yaitu teori, nilai, prinsip, dan keyakinan yang tersirat dalam inisiatif apapun.
  • Pengaruh eksternal, yaitu politik, sosial, organisasi dan konteks kebijakan ekonomi yang memungkinkan atau membatasi pengembangan standar profesional. 
Paedagogi Modern
Melihat paedagogi dari dua perspektif nampaknya paling ideal, memiliki fokus yang sama. Beberapa definisi yang terkait denga padagogi disajikan berikut ini:
  1. Pengajaran (teaching), yaitu teknik dan metode kerja guru dalam mentransformasikan konten pengetahuan, merangsang, mengawasi dan memfasilitasi pengembangan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berhasil.
  2. Belajar (learning), yaitu proses siswa mengembangkan kemandirian dan inisiatif dalam memperoleh dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan.
  3. Hubungan mengajar dengan belajar dengan faktor lain yang tergamit mendorong minat paeddagogi.
  4. Hubungan mengajar dan belajar berkaitan dengan semua pengaturan dan pada segala tahapan usia.
Sumber: Danim, Sudarwan. (2010). Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi. Bandung: Alfabeta