Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar, Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara. Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan. Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu, Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.
Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga. Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu mengaharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya. Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai, Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan. Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh, Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.
Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu. Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain, Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan. Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.
Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu.
Minggu, 24 Februari 2013
Jumat, 22 Februari 2013
Tahun 2013.
Berharap aku bisa melepaskan beban berat dipundak ini, berDoa untuk setiap dosa yang masih menyelimuti darah ini, seandainya bumi berhenti berputar, adakah lagi perasaan ini menemani hariku. Ayah Ibu, peluk aku seperti pertama kalinya aku hadir didunia ini, cium aku dan lindungi setiap langkah kakiku. Seharusnya aku selalu hadir untuk memberi warna ceria di keluarga kita, tapi saat ini apa yang bisa kuberikan buat kalian.
Tawaku terkadang menjadi bumerang buatku, menutupi sakit yang kurasakan. Bibir selalu tertahan mengungkapkan semua perasaan ini, melankolis yang seakan mendarah daging membatasiku untuk berani berjuang dalam keterpurukan. Hai jiwaku, bangkitlah dan berlarilah dari ruang hampa itu. Buka pintu dan keluarlah menuju terangnya dunia masa depanmu yang penuh dengan harapan.
Semua sudah terjadi dan berlalu seiring kau lalui jalanmu. Tak ada lagi waktu untuk mengatakannya, buktikan bahwa kau tetap semangat menata masa depanmu, menciptakan dunia baru.
Kamis, 23 Februari 2012
(("=_=''))
Terlihat sepintas senyuman yang terbentuk di raut wajah gadis tersebut menandakan bahwa dia adalah sosok yang periang. Namun dibalik senyuman manis itu tersimpan sejuta tangis yang tak dapat jatuh menjadi tetes-tetes air mata. Tangisan itu membuat gadis kecil itu merasa trauma dengan sebuah kegagalan. Begitu banyak kegagalan yang dialaminya membuat dia merasa dunia ini serasa tak ada di depan matanya.
Buatnya, dunia ini bagaikan sebuah roda pedati yang rusak dan tak mampu berjalan lagi. Terlalu naif memang, namun trauma yang terlalu sering dilewatinya membuat dia seakan tak punya apapun untuk diperjuangkan lagi.
Sering terlintas dibenak gadis tersebut untuk terus dan tetap berusaha memperbaiki roda pedati tersebut supaya akhirnya gadis itu mampu melewati jalan berbatu dan berliku di depannya. Namun terkadang rasa hampa yang dirasakannya membuat dia menjadi seorang sosok yang berpura-pura untuk tegar.
Bukan mau dia menjadi seperti saat ini, tapi dia sendiri pun tak mampu mengartikan apa yang dirasakannya saat ini. Begitu rumit dan tak dapat diterjemahkan isi hati gadis tersebut. Sangat mustahil untuk dapat dipahami secara kasat mata, hati ikut berbicara dan mulut tak mampu berkat apapun.
Harapan yang selama ini dia coba bangun tak memiliki pondasi yang kuat, hingga ombak menerjangnya dan harapan itu saat ini runtuh tak berbentuk lagi. Sekarang, gadis tersebut sedang mencoba membangun kembali sebuah harapan dengan pondasi yang sudah cukup kuat. Pondasi itu berupa kekuatan untuk tetap mampu bertahan dalam kekecewaan dan ketidakpastiaan yang sedang dialaminya. Setidaknya gadis tersebut sudah siap dengan terpaan ombak yang mungkin lebih dahsyat dari sebelumnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
